Metamorfosa Pada Lukisan Gandrung Suprapti karya S.Yadi K.

Elvin Hendratha (dipublikasikan pada Jumat, 23 April 2021 06:39 WIB)
- Resensi



Lahan tepat untuk iklan anda di sini.

Hubungi: skb@belambangan.com atau WA telp 0811843457


Ketika menghadiri acara melukis bersama di Kawitan Gallery, saya sempat terperanjat memperhatikan proses melukis yang dilakukan S.Yadi K.  Jauh berbeda dengan teknik yang dilakukannya pada tahun 1988-an ketika saya kali pertama berjumpa. Ketakjuban saya membuat saya mengkoleksi karyanya dan menghasilkan catatan resensi yang saya buat spontan saat itu. 

Pelukis : S.Yadi K
Judul : Gandrung Suprapti
Ukuran : 70 x 120 cm
Tanggal : Minggu, 08 Maret 2020
Lokasi : Galery Kawitan. Kuntulan Banyuwangi

Kembali ke Istana Kawitan, bukan mendorongnya menuju zona nyaman tak bergerak. S. Yadi K tak pernah selesai berkarya. Sang Maestro terus berproses, energinya masih seperti saat menyusuri Bulungan, Ubud, Sanur, Tengganan, Lombok, hingga Colloseum. Tak pernah berhenti.

Dalam melukis “Gandrung Suprapti” S.Yadi K sengaja menggunakan teknik tak biasanya. Teknik dahulu yang setia menemaninya dalam suka dan duka, tega diletakkannya. Teknik aquarel karakter otentisitas yang mengantarkan menuju cap dan kematangannya, tidak menghalanginya berproses mengembangkan hal-hal baru. Serasa hendak berkata, yang tak berubah adalah perubahan itu sendiri.

Kendati memiliki persamaan media jemari, tetapi tarikan-tarikan tegas jari S.Yadi K menancapkan garis bendera perbedaan tegas dengan seniornya Affandi. Affandi lebih memilih mbulet plungkar-plungker. S.Yadi justru tegas terang-terangan. Sebagaimana umumnya watak Orang Using. Perjalanan pengalaman panjang serta tipe karakter specifiknya telah melengkapi warna benderanya.

Menyaksikan atraksi On The Spot S. Yadi K melukis pada tanggal 08 Maret 2020 di Galery Kawitan Banyuwangi itu, seperti melihat metamorfosa kepompong menjadi kupu-kupu. Kepompong emas berubah menjadi kupu-kupu aneka warna indah nan lincah. Terbang gemulai sebagai jati diri baru di atas kanvas. Terbersit keikhlasan dan rasa syukur, ketika bentuk yang terlahir adalah capaian keindahan tertinggi dari proses sebuah perubahan.

Tetapi S. Yadi K masih setia berkutat pada obyek kenyataan-kenyataan. Obyek seperti Gandrung, Barong, dan manusia innocent atau cantik, tampaknya masih tetap menyatu dalam jiwanya. Dengan teknik barunya S.Yadi K masih ingin terus bercerita tentang sentuhan halus dari seni lukis dengan dunia seni tari. Kondisi budaya yang masih terus mengikat dalam relung sanubarinya.

Sebuah proses tak gampang, ketika mengganti lentik kuas, dengan jemari besar kasar nan kokoh. Keringatnya bercucuran saat menapaki lekuk tubuh, wajah oriental Prapti yang memiliki struktur indah dalam kemungilan.Prapti dari Olehsari yang memang memiliki kelengkapan wajah sebagai pelaku gandrung terob merupakan pilihan yang tepat. Gemulai gestur duduknya telah memancarkan keikhlasan aura gandrung yang sesungguhnya. “Gandrung” yang bukan sekedar memainkan “Tari kreasi gandrung”. Dan S.Yadi asyik melahapnya. Nyaris tanpa keraguan. Prapti diselesaikan dalam beberapa ruang kosong. Prapti dibuatnya melayang di atas selendang, tanpa kursi di pantat. Dan itu menjadi salah satu bagian kelebihannya. 

Redaktur menerima berbagai tulisan, kirimkan tulisan anda dengan mendaftar sebagai kontributor di sini. Mari ikut membangun basa Using dan Belambangan.


Sumber : Elvin Hendratha

Editor: Hani Z. Noor