Orang Banyuwangi mengenal kata yang berhubungan dengan “waktu” sebelum mengenal jam. Sebagai petunjuk waktu
terdapat sebutan tersendiri tentang waktu dalam rentang sehari semalam.
Ini sebagian yang tercatat disusun berdasar alfabetis:
Bedhug: siang hari
Bedhug endheng: tengah hari saat matahari di atas kepala
Bengi (wengi): malam hari
Dalu (dalu-dalu): larut malam
Emben: lusa
Emben dawa: hari sesudah lusa
Engko: nanti
Engko bedhug: nanti siang
Engko bengi: nanti malam
Engko isuk: besok pagi
Engko soren: nanti sore
Engko subuh: nanti subuh
Isuk: pagi
Kesuk (engkisuk): besok pagi
Kesuk emben: lusa
Meruput: pagi benar menjelang matahari terbit
Ngarepaken...: menjelang....
Nubengi: tadi malam
Rantag: remang pagi; tampak mulai terang karena matahari akan terbit
Samarwulu: pergantian waktu dari sore menuju malam
Sedina: sehari
Sedina emped: sehari penuh
Sewengi jampleng: semalam suntuk
Sore: kemarin
Soren (soren-soren): sore hari
Sorene maning: kemarin dulu
Surup/surub: senjakala
Tengah wengi: tengah malam
Wayah: waktu; ketika (wayah subuh: waktu subuh)
Wingenane: kemarin dulu
Wingek: dahulu tapi belum terlalu lama
Wingi taklam: dahulu sekali
Penanda Waktu Dalam Bahasa Using
Redaktur menerima berbagai tulisan, kirimkan tulisan anda dengan mendaftar sebagai kontributor di sini. Mari ikut membangun basa Using dan Belambangan.
Editor: Hani Z. Noor